Workshop Beekeeping





Introduction
Acacia is a good nectar source for honey bees. Beekeeping (Apiary) as integral part of plantation. Bees as biological control agents (Repellants) for elephant and monkey in acacia plantation. Beekeeping can provide additional income to forest tree farmers who plant acacia or have their bees nearby. Plants benefit from bees pollination by an increased seed set. This results in increased seed production and better quality fruits. 

Why Apiary in Acacia plantation in Riau?
Population of wild bee (Apis dorsata) is decreasing, while we have other local species that can be developed (A. cerana dan Trigona spp.) in Riau. Riau have natural resources that can support the apiary. Apiary is an income-yielding undertaking based on forest resource, yet it is not destructive to that resource .

Workshop “Fasilitasi Lokalatih Budidaya Lebah Madu” diadakan oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional I (Sumatera). Kegiatan ini berlangsung di Pekan Baru, Riau selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 20-22 Mei 2014. Pengisi materi Ibu Asnath M. Fuah (Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB)), beliau menjelaskan tentang Usaha Lebah Madu berbasis Masyarakat dan Pengembangan Usaha Lebah madu. Bapak Mochammad Junus (Dosen dari Universitas Brawijaya Malang), serta Bapak Adri dan Bapak Rustama. Semua pemateri merupakan para pakar di bidang lebah madu.
Masing-masing KPHP/KPHL yang berada di Regional 1 turut serta pada workshop ini, salah satunya KPHP Kampar Kiri.  Mereka merupakan perwakilan dari wilayah Regional Sumatera. Disamping itu kegiatan ini juga dihadir oleh Dishut Provinsi Riau, dan UPT Kementerian Kehutanan yang berada di Provinsi Riau. Workshop dibuka oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau didampingi oleh Kepala Pusdalbanghut Reg I.

Yang menarik dari workshop ini yaitu : peserta Workshop melakukan field trip ke KPHP Kampar Kiri untuk melihat pemanenan lebah madu hutan. Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam dari tempat penginapan, sesampai di kawasan KPH menyeberangi sungai Kampar menggunakan kapal  lalu tracking ke tempat pohon sialang tempat lebah bersarang. Sebelum madu dipanen, pakaian harus aman dari gigitan lebah, dianjurkan menggunakan 3 (tiga) lapis baju, penutup kepala sehingga tidak ada celah untuk gigitan lebah.



Setelah selesai di panen, madu dibawa ke koperasi yang di ketuai oleh Bapak Ramli. Disana madu diproses sehingga berkurang kadar air nya dan awet sehingga tahan lama lalu di packing dan dikemas dan dijual. Selesai field trip para peserta kembali ke tempat penginapan.


Share on Google Plus

About TheGreatHasan

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment